Dugaan Korupsi Bansos Kukar
"Pusing aku, pusing aku mas," kata pria itu sambil memegangi kepalanya. Wajahnya tampak tak bergairah. Ia bingung. Pria itu adalah staf sebuah dinas di lingkungan Pemkab Kukar. Ia minta namanya tak disebutkan. "Selama ini saya tidak pernah diperiksa. Tahu-tahu, kemarin (Senin 14/4), saya mendapat surat untuk menghadiri pemeriksaan dana bansos (bantuan sosial). Dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) lagi," kata pria itu seraya tersenyum kecut. Ia menceritakan, KPK menanyainya seputar proposal Festival Mahakam 2005 di Kota Bangun, Kukar. Di proposal itu tercantum namanya sebagai ketua dan tanda tangannya. Yang membuatnya shock, anggaran yang dicairkan untuk kegiatan itu sebesar Rp 1,5 miliar.
"Sampai sekarang saya nebeng dengan mertua saya. Kalau saya punya uang Rp 1,5 miliar, saya pasti punya rumah sendiri," kata pria itu.
Ia mengaku, tanda tangan yang tertera di proposal itu memang tanda tangannya. Namun, tanda tangan itu adalah tanda tangannya saat ini. Ia menjelaskan tanda tangannya berubah. "Tanda tangan yang ada di proposal itu berbeda dengan tanda tangan di KTP saya dulu. Tapi sama dengan tanda tangan di KTP saya sekarang," tuturnya. Selain proposal kegiatan itu, ia juga dimintai keterangan seputar kegiatan 17 Agustus di Kelurahan Timbau. Sama seperti proposal Festival Mahakam, namanya juga tercantum di proposal yang mendapatkan bantuan dana sekitar Rp 20 juta.
"Saya ini sejak dulu tinggal di Timbau, lalu ngapain saya membuat proposal di Bukit Biru, sementara di Timbau saja tak ada kegiatan," kata pria yang mengaku tak pernah membuat proposal dan terlibat kegiatan pada tahun itu. Kini, ia hanya menanti panggilan berikutnya. "Tadi sudah diperbolehkan pulang. KPK hanya mengatakan apakah sudah meninggalkan nomor HP atau belum. Kalau sudah, nanti kalau ada apa-apa akan dikontak lagi," ucapnya. (reo)
Dipublikasikan Tribun Kaltim 16 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
-
▼
2009
(83)
-
▼
April
(18)
- KPK Periksa DPRD Kukar
- KPK Periksa Pembagi Dana Baksos
- Pusing Gara-Gara Tandatangan Rp 1,5 M
- KPK Bawa Rp 6 M dengan Tas Kresek
- Syamsuri Aspar Belum Diperiksa
- KPK Periksa Penjual Nasi Kuning
- KPK Periksa Kepala Bappeda
- Anggota DPRD Ramai-Ramai Kembalikan Dana Bansos Kukar
- Samsuri : Coba Tanyakan Ke Aswin
- Total Proposal Tak Bertuan Rp 3,5 M
- HMI Kutuk Pelaku Teror SMS
- Aswin : Tanya SKPD atau PPTK
- Densus 88 Bekuk Penyebar SMS Teror
- Edy Buka-bukaan Soal Korupsi Bansos Kukar
- Syaukani Marah-Marah
- Cerita Tentang PNS-PNS "Menganggur"
- KPK Menyita Bansos Rp 5 M
- Bisa Jadi Tersangka
-
▼
April
(18)
Your Text
Categories
- APBD Kukar (8)
- Dugaan Korupsi KTE Kutim (1)
- Isu Dugaan Korupsi Hand Tractor dan Genset Kukar (2)
- Isu Level Propinsi (6)
- Kekayaan Cawali Samarinda (1)
- Kisruh Honorer Kukar (2)
- Korupsi Bansos Kukar (40)
- Korupsi PON Kaltim (2)
- Kutai Kartanegara (7)
- Lucunya Indonesia (6)
- Mutasi Di Kukar (16)
- Pemekaran Kukar (8)
- Penyelenggara Negara (8)
- Polemik Syaukani (13)
- Ragam Korupsi (5)
Followers
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog List
Total Tayangan Halaman
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Popular Posts
-
DPD Golkar Kaltim Dukung Musdalub TENGGARONG-Ketua DPD II Partai Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) Ri...
-
Akan Tunjuk Orang Daerah PJ GUBERNUR Kaltim Tarmizi A Karim menegaskan, dalam dua hari ke depan sudah ada keputusan Menteri Dalam Negeri (...
-
Ribut-Ribut Mutasi TENGGARONG, TRIBUN - Jabatan Ketua Sub PB PON Bidang Sarana dan Prasarana Kutai Kartanegara (Kukar) secara otomatis aka...
-
SALAH satu pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya adalah Fahrodin yang pernah menjabat Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) sekaligus ...
-
Samsuri: PNS Harus Taat Aturan, Jangan Terbawa Arus Politik TENGGARONG – Diam-diam gerbong mutasi bergerak lagi. Itu terlihat ketika Plt Bu...
-
Jumat, 9 April 2010 | 22:49 WITA "Tanah-tanah yang digunakan untuk membangun kompleks stadion itu dibeli Pemkab Kukar senilai Rp 65.00...
-
Takut Hartanya Disita, Setia Budi Ngaku Salah JAKARTA-Dari total kerugian negara Rp 19 miliar dalam kasus korupsi bantuan sosial di Kabupa...
-
SAMARINDA– Kejati Kaltim kini membidik aliran dana di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kukar sebesar Rp19,3 miliar yang tak jelas pert...
-
JAKARTA - Bupati Kukar (non aktif) Syaukani Hasan Rais gagal bersaksi untuk (Plt) Bupati Kukar Samsuri Aspar. Dua lembar surat yang dikelua...
-
Perkara Syamsuri - Setia Budi Masuk Penuntutan JAKARTA. Setelah disidik sejak Februari lalu, berkas korupsi dana bantuan sosial (bansos) s...
About Me
- Tolak Korupsi
- Menggalakkan gerakan anti korupsi yang bisa mengikis kekayaan negara
0 komentar:
Posting Komentar