Terkait Dugaan Korupsi Bansos
TENGGARONG, TRIBUN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dan seorang pejabat Pemkab Kukar terkait dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial (bansos) APBD 2008 di Ruang Aria Guna Polres Kukar, Selasa (15/4). Yang diperiksa kemarin adalah adalah Ketua DPRD Rahmat Santoso, anggota Komisi II Hermain dan anggota Komisi I Abu Bakar Has.
Ketiganya diperiksa mulai sekitar pukul 10.30 hingga 12.15. Sedangkan staf Pemkab Kukar yang enggan namanya disebutkan itu diperiksa lebih lama. Ia baru diperbolehkan pulang sekitar pukul 15.30. Dari pantauan Tribun, selama proses pemeriksaan, ruangan yang berada di lantai dua itu dijaga oleh seorang dan kadang-kadang dua orang aparat Polres Kukar dari Satuan Provost. Ketika ditanya, petugas jaga itu menjelaskan bahwa ada pemeriksaan beberapa orang oleh KPK.
Menurutnya, pemeriksaan ini memasuki hari kedua. Sebelumnya, Senin (14/4), KPK juga memeriksa beberapa saksi. "Saya kurang tahu, tapi jumlahnya banyak," kata petugas itu ketika ditanya berapa orang jumlah penyidik KPK. Sekitar pukul 11.30, Rahmat Santoso tampak keluar dari ruangan. Ia lalu masuk ke WC yang berada di depan tangga dan naik lagi. Rahmat tampak santai. Ia berjalan dengan menghisap rokoknya. Tak lama, keluar seorang petugas mengenakan baju hem merah. Ia menuju ruang fotokopi. Saat ditanya, ia tampak kaget. "Jangan tanya saya. Tanya sama penyidik KPK saja," katanya seraya mengangkat tangannya.
Kemudian sekitar pukul 12.15, Hermain keluar. Ia tampak santai dan mengatakan beberapa hal. Sayangnya keterangan Hermain tak dapat disebutkan di sini. "Itu off the record," katanya dengan mimik serius. Setelah Hermain, Abu Bakar keluar. Kepada Tribun, Abu Bakar menceritakan bahwa pertanyaannya seputar bansos APBD 2005. "Mereka juga bertanya mengenai perjalanan dinas anggota DPRD. Tapi, pemeriksaannya nggak terlalu serius, seperti ngobrol saja. Ditanyai perkembangan mengenai Tenggarong dan lainnya," kata Abu Bakar. Ia mengaku tak ada pertanyaan seputar senjata api.
Tak lama, seorang wanita muda mengenakan jilbab dan seragam coklat keluar. Ia mengaku staf Humas dan Protokol DPRD Kukar. Ninis, nama wanita itu, menjelaskan, keberadaannya adalah untuk memantau pemeriksaan anggota Dewan. Sebab, beberapa wartawan telah menanyai perkembangan pemeriksaan ini.
"Ini adalah hari kedua pemeriksaan. Sebelumnya, Bapak Bachtiar Effendi, Setia Budi, dan Yusuf AS sudah diperiksa. Nanti, semua anggota DPRD akan dipanggil. Lima orang, lima orang hingga hari Sabtu. Semuanya akan mendapat undangan pemanggilan," ucapnya. Kemudian, sekitar 12.30, Rahmat Santoso keluar, ia lalu bergegas menuju Langgar Al Islah yang terletak sekitar 30 meter dari ruang pemeriksaan. Rahmat juga tampak santai. Beberapa kali ia menjawab pertanyaan dengan menggunakan Bahasa Inggris, lalu tertawa. "Yah, seputar bansos," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa semua anggota Dewan akan diperiksa. "Pertanyaannya diputar-putar," kata Rahmat, mengomentari proses pemeriksaannya. Rahmat lalu pulang setelah menyelesaikan Shalatnya.
Setelah anggota DPRD keluar meninggalkan Polres Kukar, sekitar 5 orang, satu adalah wanita dengan pakaian rapi keluar dari ruangan. Mereka keluar secara bergantian menuju Langgar Al Islah. Ketika ditanya, hampir semuanya enggan untuk menjawab. Ada yang mempercepat langkah kakinya atau hanya mengangkat kedua tangannya. Namun, seorang petugas yang mengenakan sandal dengan label Hotel Bumi Senyiur mengatakan, bahwa ada sekitar 6 orang petugas KPK. Ketika ditanya materi dan hasil pemeriksaan, ia hanya tersenyum lalu beranjak pergi. "Masih lama," katanya ketika ditanya pemeriksaan sampai kapan. (reo)
Dipublikasikan Tribun Kaltim 16 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
-
▼
2009
(83)
-
▼
April
(18)
- KPK Periksa DPRD Kukar
- KPK Periksa Pembagi Dana Baksos
- Pusing Gara-Gara Tandatangan Rp 1,5 M
- KPK Bawa Rp 6 M dengan Tas Kresek
- Syamsuri Aspar Belum Diperiksa
- KPK Periksa Penjual Nasi Kuning
- KPK Periksa Kepala Bappeda
- Anggota DPRD Ramai-Ramai Kembalikan Dana Bansos Kukar
- Samsuri : Coba Tanyakan Ke Aswin
- Total Proposal Tak Bertuan Rp 3,5 M
- HMI Kutuk Pelaku Teror SMS
- Aswin : Tanya SKPD atau PPTK
- Densus 88 Bekuk Penyebar SMS Teror
- Edy Buka-bukaan Soal Korupsi Bansos Kukar
- Syaukani Marah-Marah
- Cerita Tentang PNS-PNS "Menganggur"
- KPK Menyita Bansos Rp 5 M
- Bisa Jadi Tersangka
-
▼
April
(18)
Your Text
Categories
- APBD Kukar (8)
- Dugaan Korupsi KTE Kutim (1)
- Isu Dugaan Korupsi Hand Tractor dan Genset Kukar (2)
- Isu Level Propinsi (6)
- Kekayaan Cawali Samarinda (1)
- Kisruh Honorer Kukar (2)
- Korupsi Bansos Kukar (40)
- Korupsi PON Kaltim (2)
- Kutai Kartanegara (7)
- Lucunya Indonesia (6)
- Mutasi Di Kukar (16)
- Pemekaran Kukar (8)
- Penyelenggara Negara (8)
- Polemik Syaukani (13)
- Ragam Korupsi (5)
Followers
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog List
Total Tayangan Halaman
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Popular Posts
-
DPD Golkar Kaltim Dukung Musdalub TENGGARONG-Ketua DPD II Partai Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) Ri...
-
Akan Tunjuk Orang Daerah PJ GUBERNUR Kaltim Tarmizi A Karim menegaskan, dalam dua hari ke depan sudah ada keputusan Menteri Dalam Negeri (...
-
Ribut-Ribut Mutasi TENGGARONG, TRIBUN - Jabatan Ketua Sub PB PON Bidang Sarana dan Prasarana Kutai Kartanegara (Kukar) secara otomatis aka...
-
SALAH satu pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya adalah Fahrodin yang pernah menjabat Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) sekaligus ...
-
Samsuri: PNS Harus Taat Aturan, Jangan Terbawa Arus Politik TENGGARONG – Diam-diam gerbong mutasi bergerak lagi. Itu terlihat ketika Plt Bu...
-
Jumat, 9 April 2010 | 22:49 WITA "Tanah-tanah yang digunakan untuk membangun kompleks stadion itu dibeli Pemkab Kukar senilai Rp 65.00...
-
Takut Hartanya Disita, Setia Budi Ngaku Salah JAKARTA-Dari total kerugian negara Rp 19 miliar dalam kasus korupsi bantuan sosial di Kabupa...
-
SAMARINDA– Kejati Kaltim kini membidik aliran dana di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kukar sebesar Rp19,3 miliar yang tak jelas pert...
-
JAKARTA - Bupati Kukar (non aktif) Syaukani Hasan Rais gagal bersaksi untuk (Plt) Bupati Kukar Samsuri Aspar. Dua lembar surat yang dikelua...
-
Perkara Syamsuri - Setia Budi Masuk Penuntutan JAKARTA. Setelah disidik sejak Februari lalu, berkas korupsi dana bantuan sosial (bansos) s...
About Me
- Tolak Korupsi
- Menggalakkan gerakan anti korupsi yang bisa mengikis kekayaan negara
0 komentar:
Posting Komentar