BALIKPAPAN, TRIBUN - Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Hendi Yuzar harus berurusan dengan pihak berwajib. Pria berusia 20-an tahun itu ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 di rumahnya Jl KH Dewantara Tenggarong, Selasa (6/5) pukul 14.00. Hendi diamankan karena menyebarkan pesan singkat atau SMS berisikan ancaman bom terhadap seluruh kantor Pemerintahan Kukar.
Penangkapan dipimpin Direktur Direktorat Reskrim Polda Kaltim, Kombes Pol Arief Wicaksono, setelah mendapat laporan SMS yang meresahkan. Saat itu, Direskrim bersama Kepala Densus 88 Urip Widodo yang berada di Samarinda dihubungi anggota Kasat Intel soal SMS meresahkan masyarakat Kukar. Dari itu, Direskrim memerintahkan untuk melacak nomor handphone penyebar SMS dan menangkap pelakunya.
Dua nomor itu kartu As dengan nomor akhir xxx 849 dan xxx4770. Nomor akhiran 849 yang beralamatJjl Sentosa Samarinda dicek ternyata nihil."SMS itu beredar lagi dengan nomor lain (xxx4770) dan dicek penyebar SMS berada di Tenggarong," jelas Arief mengenai kronologis penangkapan di Kantor Densus 88 Polda Kaltim, Selasa (6/5). Hendi terdaftar mahasiswa perguruan tinggi di Tenggarong. Ia diduga melakukan teror karena kecewa dengan kinerja pemerintah Kukar karena adanya perbedaan pembangunan Kukar antara kota dan desa-desa di daerah hulu Sungai Mahakam."Saya minta maaf kepada teman-teman dan masyarakat Kukar.
Secara pribadi saya punya niatan yang baik tapi caranya salah," ujar Hendi yang wajahnya ditutup jaket hitam. Saat ditanya Tribun, apa motif melakukan ancaman teror bom, Hendi menjawab untuk pengalihan opini. Direskrim menghimbau agar asyarakat tidak gampang membuat teror. "Sebab dampaknya begitu luas bagi masyarakat seperti keresahan dan rasa tidak aman. Soal terkait dengan jaringan terorisme atau tidak, Direskrim menyatakan masih menyelidiki," kata Arief.
Berhamburan
Isu bom cukup mengagetkan. Mendengar kabar adanya bom diletakkan di gedung wakil rakyat itu, ratusan pegawai dan beberapa anggota dewan berhamburan keluar. Gedung yang tadinya dipenuhi ratusan pegawai dan anggota dewan itu lalu kosong melompong. Dari pantauan Tribun, rata-rata dari pegawai tersebut tidak langsung pulang. Mereka masih membicarakan isu bom yang baru saja menimpa mereka. "Tadi kaget, tiba-tiba ada pengumuman dari pengeras suara, kalau kita diminta untuk meninggalkan ruangan karena ada bom. Dengar itu, ya kita langsung turun tangga," kata staf Komisi II DPRD, Dewi. Saking paniknya, ia lupa membawa tas miliknya.
Ika, pegawai komisi II yang sedang hamil 7 bulan mengaku hal yang sama. Ketika tahu ada informasi itu, ia segera meninggalkanya ruangannya. "Tadi lagi ngetik-ngetik surat. Dengar kabar dari pengeras suara, cepat-cepat saja keluar," ucapnya. Pertemuan antara Komisi I, perwakilan KUD Rima Etam dan PT Alcon membahas masalah tanah pun terpaksa dibatalkan. Musmuliadi yang memimpin acara itu mengaku ini adalah pertama kalinya DPRD mendapat isu teror bom. "Tadi rapat baru saja mau dimulai. Kebetulan saya pimpin. Dapat informasi itu, ya kita ikuti saja," kata Mus dengan nada santai.
Setelah semua pegawai dan anggota dewan keluar ruangan, sekitar 2 pleton aparat Polres Kukar yang terdiri dari satuan Samapta, Intel, Reskrim dan Dalmas serta dibantu dengan Satpol PP menyisir tiap sudut gedung yang terdiri dari 2 lantai itu.
Mereka memeriksa laci, tempat sampah dan tempat-tempat lainnya yang diperkirakan tempat bom berada. Polisi juga menggunakan alat metal detector (pendeteksi logam) untuk mendeteksi keberadaan bom. Setelah memeriksa seluruh ruangan, sekitar pukul 12.00, Wakapolres Kukar Kompol I Gede Yusa melalui pengeras suara mengumumkan, bahwa polisi tidak menemukan bom seperti yang informasi yang didapatkan. Polisi memastikan bahwa gedung dalam keadaan aman dan mempersilahkan pegawai DPRD untuk bekerja kembali. (reo/m20)
Sumber : tribunkaltim dipublish 7 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
-
▼
2009
(83)
-
▼
April
(18)
- KPK Periksa DPRD Kukar
- KPK Periksa Pembagi Dana Baksos
- Pusing Gara-Gara Tandatangan Rp 1,5 M
- KPK Bawa Rp 6 M dengan Tas Kresek
- Syamsuri Aspar Belum Diperiksa
- KPK Periksa Penjual Nasi Kuning
- KPK Periksa Kepala Bappeda
- Anggota DPRD Ramai-Ramai Kembalikan Dana Bansos Kukar
- Samsuri : Coba Tanyakan Ke Aswin
- Total Proposal Tak Bertuan Rp 3,5 M
- HMI Kutuk Pelaku Teror SMS
- Aswin : Tanya SKPD atau PPTK
- Densus 88 Bekuk Penyebar SMS Teror
- Edy Buka-bukaan Soal Korupsi Bansos Kukar
- Syaukani Marah-Marah
- Cerita Tentang PNS-PNS "Menganggur"
- KPK Menyita Bansos Rp 5 M
- Bisa Jadi Tersangka
-
▼
April
(18)
Your Text
Categories
- APBD Kukar (8)
- Dugaan Korupsi KTE Kutim (1)
- Isu Dugaan Korupsi Hand Tractor dan Genset Kukar (2)
- Isu Level Propinsi (6)
- Kekayaan Cawali Samarinda (1)
- Kisruh Honorer Kukar (2)
- Korupsi Bansos Kukar (40)
- Korupsi PON Kaltim (2)
- Kutai Kartanegara (7)
- Lucunya Indonesia (6)
- Mutasi Di Kukar (16)
- Pemekaran Kukar (8)
- Penyelenggara Negara (8)
- Polemik Syaukani (13)
- Ragam Korupsi (5)
Followers
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog List
Total Tayangan Halaman
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Popular Posts
-
Jumat, 9 April 2010 | 22:49 WITA "Tanah-tanah yang digunakan untuk membangun kompleks stadion itu dibeli Pemkab Kukar senilai Rp 65.00...
-
SAMARINDA– Kejati Kaltim kini membidik aliran dana di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kukar sebesar Rp19,3 miliar yang tak jelas pert...
-
MESKI berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Samsuri Aspar tetap pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kukar. Kabag Humas dan ...
-
TENGGARONG - Penjabat Bupati Kutai Kartanegara Sjachruddin mengajak pejabat di lingkungan Pemkab Kukar menandatangani Pakta Integritas dan K...
-
Perkara Syamsuri - Setia Budi Masuk Penuntutan JAKARTA. Setelah disidik sejak Februari lalu, berkas korupsi dana bantuan sosial (bansos) s...
-
Soal Mutasi di Pemkab Kukar TENGGARONG, TRIBUN - Pejabat di Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini harap-harap cemas menanti diberlakukannya ...
-
DPD Golkar Kaltim Dukung Musdalub TENGGARONG-Ketua DPD II Partai Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) Ri...
-
JAKARTA - Bupati Kukar (non aktif) Syaukani Hasan Rais gagal bersaksi untuk (Plt) Bupati Kukar Samsuri Aspar. Dua lembar surat yang dikelua...
-
TENGGARONG, TRIBUN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa uang tunai tak kurang dari Rp 6 miliar hanya dengan menggunakan tas kresek. ...
-
Syaukani dan Bachtiar Effendi Bakal Jadi Saksi JAKARTA - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi meminta KPK segera memutuskan status hukum...
About Me
- Tolak Korupsi
- Menggalakkan gerakan anti korupsi yang bisa mengikis kekayaan negara
0 komentar:
Posting Komentar